Artikel Terbaru

Waduh, THR Si Kecil Membludak? Jangan Cuma Jadi "Numpang Lewat", Yuk Kelola Biar Jadi Warisan Masa Depan!

Image
Halo, Bunda-Bunda kece! Gimana kabar dompet setelah Lebaran? Pasti lagi ramai ya, apalagi kalau melihat tumpukan amplop THR si kecil yang jumlahnya kadang bikin kita—para emaknya—jadi gatal ingin "meminjam" sebentar buat bayar cicilan atau sekadar self-reward sikat diskon baju Lebaran. Tapi tahan dulu, Bun! Bayangkan kalau uang yang seringnya habis buat beli mainan sekali pakai atau jajan es krim ini, ternyata bisa jadi modal kuliah atau bahkan uang muka rumah pertama mereka nanti. Memang bisa? Bisa banget, asal kita tahu cara mainnya! Mengelola uang THR anak itu sebenarnya gampang-gampang susah. Gampangnya karena nominalnya biasanya jelas, susahnya karena godaan untuk menggunakan uang itu demi keperluan mendesak rumah tangga sering kali sangat besar. Padahal, mengajarkan pengelolaan keuangan sejak dini, sekaligus mengamankan dana tersebut dalam instrumen investasi, adalah salah satu bentuk kasih sayang paling nyata yang bisa kita berikan untuk masa depan mereka. Yuk, kita be...

10 makanan yang di berikan kepada bayi yang sebenarnya bukan untuk bayi

10 makanan yang bukan untuk bayi

Bayi membutuhkan nutrisi yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Namun, terkadang orang tua tidak menyadari bahwa ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena dapat menimbulkan risiko kesehatan. Berikut adalah 10 makanan yang di berikan kepada bayi yang sebenarnya bukan untuk bayi.

1. Madu

madu tidak cocok untuk bayi
Madu tidak bagus untuk bayi

Madu mengandung bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme, yaitu keracunan makanan yang serius dan berpotensi fatal. Botulisme dapat menyerang sistem saraf bayi dan menyebabkan kelumpuhan otot, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian. Madu sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun.

2. Susu sapi

susu sapi tidak bagus untuk bayi
susu sapi tidak cocok untuk bayi

Susu sapi mengandung protein, lemak, dan mineral yang terlalu tinggi untuk bayi. Susu sapi juga dapat menyebabkan alergi, intoleransi laktosa, anemia, atau gangguan pencernaan pada bayi. Susu sapi sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun.

3. Garam

garam tidak cocok untuk bayi
garam tidak cocok untuk bayi

Garam mengandung natrium yang dapat memberatkan ginjal bayi yang masih belum matang. Garam juga dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan dehidrasi pada bayi. Garam sebaiknya tidak ditambahkan ke dalam makanan bayi atau diberikan dalam bentuk camilan asin.

4. Gula

gula putih tidak cocok untuk bayi
gula putih tidak cocok untuk bayi


Gula mengandung kalori kosong yang tidak memberikan nutrisi apa pun kepada bayi. Gula juga dapat merusak gigi bayi yang baru tumbuh dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, atau penyakit jantung di kemudian hari. Gula sebaiknya tidak ditambahkan ke dalam makanan bayi atau diberikan dalam bentuk permen, kue, atau minuman manis.

5. Kacang-kacangan

kacng-kacangan untuk bayi
hati-hati memberi kacang kacangan kepada bayi


Kacang-kacangan mengandung protein yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Reaksi alergi dapat berupa ruam kulit, gatal-gatal, bengkak, sesak napas, atau syok anafilaksis. Kacang-kacangan sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun atau lebih lama jika ada riwayat alergi di keluarga.

6. Telur mentah

telur mentah untuk bayi
telur mentah untuk bayi


Telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada bayi. Gejala infeksi saluran pencernaan antara lain mual, muntah, diare, demam, atau sakit perut. Telur mentah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dalam bentuk apapun, termasuk mayones atau saus salad.

7. Ikan bermerkuri tinggi

ikan bermerkuri
hati hati membeli ikan


Ikan bermerkuri tinggi seperti tuna, makarel raja, atau ikan todak mengandung logam berat merkuri yang dapat merusak otak dan sistem saraf bayi. Merkuri juga dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan keracunan kronis. Ikan bermerkuri tinggi sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dalam jumlah apapun.

8. Makanan pedas

Makanan pedas mengandung bumbu-bumbu seperti cabai, merica, atau jahe yang dapat mengiritasi lambung dan usus bayi. Makanan pedas juga dapat menyebabkan rasa panas, nyeri, atau mulas pada bayi. Makanan pedas sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sampai usia dua tahun atau lebih.

9. Makanan keras

Makanan keras seperti kerupuk, kacang, atau permen karet dapat menyebabkan tersedak pada bayi yang belum bisa mengunyah dengan baik. Tersedak dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan asfiksia atau kekurangan oksigen pada otak. Makanan keras sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sampai mereka bisa mengunyah dengan baik dan memiliki gigi lengkap.

10. Makanan berbentuk bulat

hati-hati memberikan makan bulat kepada bayi
hati-hati memberikan makan bulat kepada bayi


Makanan berbentuk bulat seperti anggur, sosis, atau kismis dapat menyumbat saluran napas bayi jika tertelan utuh. Makanan berbentuk bulat juga dapat menyebabkan tersedak yang berbahaya bagi bayi. Makanan berbentuk bulat sebaiknya dipotong-potong kecil atau dihancurkan sebelum diberikan kepada bayi.


beli makanan bayi sehat disini : Makanan Bayi Sehat

Comments

In feed

Popular posts from this blog

50 Nama Bayi yang Lahir pada Bulan Desember Beserta Artinya

20 Nama Bayi Buddhis yang Damai dan Penuh Berkah untuk Si Kecil Lahir Hari Kamis!

Dua Kali Semangat! 20 Nama Bayi Kembar (L/P) Lahir Hari Selasa, Penuh Berkah & Arti!